Argentina Harus Mendapatkan Pelatih Baru Selain Pochettino

Argentina Harus Mendapatkan Pelatih Baru Selain Pochettino

Akhir-akhir ini Mauricio Pochettino dirumorkan akan mengisi posisi pelatih yang tersedia di timnas Argentina. Pochettino pun berkomentar tentang hal itu dan menolaknya karena mengaku bahagia akan posisinya sekarang dimana dia melatih Tottenham Hotspur.

Albiceleste sedang mencari pelatih baru setelah Gerardo Martino melepaskan jabatannya tersebut. Posisi ini harus segera diisi dikarenakan akan adanya Kualifikasi Piala Dunia 2018 di mana Argentina dijadwalkan menjalani laga melawan Uruguay dan Venezuela pada awal September nanti.

Tak heran apabila Argentina mengincar Pochettino. Pria berusia 44 tahun itu tampil impresif di dua musim pertamanya saat mengantarkan The Lilywhites. Pada 2014-2015, Pochettino berhasil membawa Spurs selesai dengan posisi kelima dimana mendapatkan peningkatan signifikan saat di musim berikutnya.

Spurs mampu bersaing secara serius dalam perebutan gelar juara sampai pekan-pekan akhir kendati harus puas dengan mendapatkan posisi ketiga, posisi tertinggi mereka di era Premier League. Kontrak Pochettino bersama Tottenham masih akan berlangsung sampai 2021. Pochettino menutup adanya kemungkinan untuk menjadi pelatih di timnas negaranya.

“Saya rasa spekulasi yang beredar wajar saja karena saya adalah seorang pelatih dari Argentina di sebuah klub top di Inggris,” ucap Pochettini di Daily Mail, Senin (25/7).

“Sekarang ada banyak rumor yang muncul di media, tapi saya bahagia di Tottenham dan untuk alasan tersebut ini bukan lah momen yang tepat.”

Argentina Harus Mendapatkan Pelatih Baru Selain Pochettino

PSG Bungkam Inter Milan 3-1

Paris St Germain berhasil dengan awal yang indah di International Champions Cup 2016 setelah kemenangan usai mengalahkan Inter Milan dengan skor akhir 3-1. Pada laga seru yang dihelat di Autzen Stadium Stadium, Eugene, Oregon, Senin (25/7) dinihari WIB tadi, Inter dan PSG sama-sama memainkan nyaris seluruh pemain terbaiknya.

PSG Bungkam Inter Milan 3-1

Sayagnya Nerazzurri tidak diperkuat kapten sekaligus strikernya Mauro Icardi yang cedera. Duel tersebut juga membuka kompetisi ICC di belahan Benua Amerika setelah sebelumnya dimulai dari Asia, Australia, dan Eropa. Seperti yang dicatat oleh Squawka, Inter kalah atas dominan jika dibandingkan dengan PSG yang menguasai 66 persen ball possesion. Selain itu, PSG juga terlihat lebih agresif dengan melepaskan total 15 attempts dengan lima tepat atas sasaran. Sementara Inter, hanya tiga tembakan yang mengarah ke sasaran dari 11 upaya percobaan. PSG memimpin lebih dulu pada menit ke-15 ketika bola muntah free kick Hatem Ben Arfa yang ditepis Samir Handanovic dengan cepat disambut oleh Serge Aurier ke dalam gawang.

Inter memiliki ancaman pertama lewat free kick Stevan Jovetic dari jarak jauh tapi sayang masih bisa ditepis oleh Alfonso Areola. Demikian juga dengan hasil tendangan Jovetic yang dapat diblok oleh Thiago Silva. Gawang Inter nyaris terancam kebobolang kembali ketika blunder Andrea Ranocchia membuat Maxwell mendapatkan bola dan langsung menembak ke gawang. Beruntung Handanovic dapat menepisnya. Meski laga tersebut terus ditekan oleh PSG, Inter mendapat hadiah penalti di penghujung babak dan berhasil menyamakan skor 1-1 akibat handball Lucas Moura. Jovetic dengan sempurna menyarangkan bola ke gawang PSG. Masuk di babak kedua, kedua klub tersebut melakukan beberapa pergantian pemain. Inter memberikan ancaman lebih dulu lewat Jovetic tapi Kevin Trapp mampu menepisnya. Crossing Aurier yang mengarah ke gawang Inter hanya menerpa mistar dan gagal mendapatkan angka.

Gawang Inter kembali kebobolan ketika pada menit ke-61, tendangan bebas oleh Layvin Kurzawa mampu mengecoh Handanovic. PSG unggul dengan skor 2-1. Edinson Cavani yang turun ke lapangan sebagai pemain pengganti punya kans memperbesar keunggulan. Sayangnya dalam posisi 1 lawan 1 dengan Pablo Carrizo, tendangannya bisa dibendung. Kemenangan PSG dipastikan setelah gol kedua Aurier lewat tandukan dari posisi bebas di kotak penalti Inter pada menit ke-87.

PSG pun menang dengan skor 3-1 dan akan menghadapi Real Madrid pada 27 Juli nanti. Sementara Inter akan bertemu Bayern Munich pada 30 Juli nanti.

SUSUNAN PEMAIN

Inter: Handanovic (Carrizo 71′); D’Ambrosio, Miranda, Ranocchia, Erkin (Santon 71′); Biabiany, Melo, Kondogbia (Zonta 76), Nagatomo (Bakayoko 71′); Palacio, Jovetic. PSG: Areola (Trapp 46′); Aurier, Thiago Silva (Meunier 71′), Kimpembe, Maxwell (Kurzawa 46′); Stambouli (Georgen 83′), Rabiot (Pastore 74′); Lucas (Di Maria 83′), Ben Arfa (Cavani 74′), Ikone (Nkunku 74′); Callegari.

PSG Bungkam Inter Milan 3-1

Turki Tetap Semangat Meskipun Berada di Dasar Klasemen

Kekalahan dari Spanyol membuat Turki berada di dasar klasemen Grup D Piala Eropa. Gelandang timnas Turki, Nuri Sahin, belum patah semangat untuk bisa lolos ke babak knock out.

Gawang Turki menjadi bulan-bulanan oleh Spanyol dalam laga yang diselenggarakan di Allianz Riviera, Nice, Sabtu (18/6/2016) diniharI WIB. Turki digasak La Furia Roja 0-3.

Kekalahan itu menjadi kekalahan kedua bagi Turki. Sebelumnya mereka dikalahkan Kroasia 0-1. Hasil itupun membuat Turki berada di urutan keempat papan klasemen Grup D dengan kebobolan total sebanyak empat gol.

A MILLI TARAFTAR
Sahin kecewa berat dengan hasil tersebut. Sebab, tiga gol yang dibuat Spanyol berkat kesalahan para pemain Turki.

“Kami memulai pertandingan dengan tidak buruk. Pada 20-25 menit awal, kami menetralisir pertandingan tapi kemudian mereka mendominasi dan kami malah kebobolan karena kesalahan kami sendiri,” kata Sahin seperti dikutip melalui situs resmi UEFA.

“Sulit untuk mengubah skor kalau menghadapi Spanyol karena mereka terus menguasai bola sepanjang waktu. Kami merasa sangat buruk karenanya,” kata gelandang Borussia Dortmund itu.

Sahin masih menyimpan harapan untuk lolos babak 16 besar, meskipun tak bisa lolos langsung tapi lewat jalur peringkat tiga terbaik. Dia menyadari langkah timnya bakalan berat.

“Jelas kami tidak puas dengan hasil ini. Ya, ini akan menyulitkan langkah kami. Kami masih menyimpan peluang untuk finis di urutan ketiga. Itu akan sulit tapi kami akan mencoba sebaik mungkin. Kalau kami mempunyai peluang, kami akan mengambilnya,” ucap dia.

Laga terakhir akan dijalani Turki dengan bertanding melawan Republik Ceko. Republik Ceko saat ini mendapatkan nilai satu dari hasil imbang dengan Kroasia.

Turki Tetap Semangat Meskipun Berada di Dasar Klasemen

Bek Barcelona Dani Alves Tidak Mengesampingkan Untuk Menetap Di Klub

Bek Barcelona Dani Alves Tidak Mengesampingkan Untuk Menetap Di KlubDani Alves belum mengesampingkan untuk menetap di Barcelona tetapi menegaskan dia tidak akan mencapai keputusan yang pasti tentang masa depannya hingga akhir musim.

Bek kanan, yang kabarnya sedang dikejar oleh Manchester United dan Paris Saint-Germain, keluar dari kontrak pada akhir Juni ini.

Agennya Dinorah Santana mengungkapkan pekan lalu bahwa pemain berusia 31 tahun itu menolak tawaran dari kesepakatan baru, membuka jalan baginya untuk bergabung dengan klub baru dengan status bebas transfer di musim panas ini.

Namun pemain internasional Brasil mengungkapkan dia senang di mana dia berada dan telah mengisyaratkan bahwa dia ingin terus bermain di Camp Nou, meskipun dia mengakui banyak tergantung pada bagaimana bersedianya Barca untuk menawarkan kontrak baru yang memuaskan.

Dia mengatakan kepada agenbolaindonesia.net: “Saya mendekati akhir kontrak saya dengan ambisi yang sama saat saya datang ke Barcelona. Barca mengubah hidup saya karena klub ini mengizinkan saya untuk mencapai impian saya.

“Saya sangat senang di klub ini dan saya belum menandatangani untuk klub lain. Jika ada klub yang menawarkan saya alternatif baru atau saya tidak berada di tingkat yang diinginkan Barcelona saya akan bersedia untuk merenungkan pilihan lain.

“Saya akan mengambil keputusan pada akhir musim.”

Bek Barcelona Dani Alves Tidak Mengesampingkan Untuk Menetap Di Klub